28 Jul 2020

Belajar Hukum Ohm dengan Laboratorium Virtual

Belajar memahami Hukum Ohm untuk siswa SMA MIPA kelas XII Link laboratorium virtualnya sebagai berikut : https://phet.colorado.edu/sims/html/c... Tugas berikutnya adalah diharapkan siswa membaca tentang faktor-faktor yang mempengaruhi Hambatan Listrik, kemudian membuat poin-poin pentingnya.


https://www.youtube.com/watch?v=ptfi96IW1jw&t=44s

Selamat belajar
readmore »»  

Memahami Rangkaian Arus Searah dengan Laboratorium Virtual (FISIKA KELAS XII MIPA)

Video ini merupakan penjelasan tentang pengantar Rangkaian Arus Searah. Materi ini diajarkan pada mata pelajaran fisika SMA Kelas XII semester ganjil. Pembelajaran ini menggunakan laboratorium virtual yang dikembangkan oleh University of Colorado, USA. Kalian bisa mencobanya pada smartphone kalian masing-masing dengan mengklik link berikut : https://phet.colorado.edu/sims/html/c... Setelah menonton video ini, kalian diharapkan dapat mengisi survey pengalaman belajar yang kalian dapatkan dengan mengklik link berikut : https://bit.ly/SurveyBelajarFisika




https://www.youtube.com/watch?v=GTwEplLQg8M&t=653s

Selamat belajar
readmore »»  

20 Mei 2020

Vlog dan Pembelajaran Abad 21

Jika saya adalah pemimpin sebuah organisasi atau institusi, kemudian ditanyakan kepada saya, karyawan seperti apa yang saya inginkan? Jawaban saya akan lebih kurang seperti ini, saya mau karyawan independen, mampu dengan cepat beradaptasi dengan hal baru, mampu bekerja dalam tim, mampu secara mandiri untuk membangun skill yang diperlukan untuk mendukung pekerjaan mereka, mampu berkomunikasi dengan baik baik lisan maupun dengan tulisan, open minded, mampu menyelesaikan masalah dengan baik, bukan sebaliknya suka bikin masalah. 

Pertanyaan diatas adalah tantangan bagi guru untuk dapat berkontribusi untuk menciptakan generasi yang siap terhadap perubahan. Video saya di Youtube berikut adalah praktik baik yang pernah saya lakukan di kelas. Video ini merupakan tugas dari Pembatik Level 2 yang sedang saya ikuti.

 Bagi rekan-rekan yang ingin melihat Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya, dapat didownload pada link ini : RPP Penggunaan Vlog

Panduan Penugasannya juga dapat teman-teman lihat disini : Panduan Penugasan Pembuatan Vlog
readmore »»  

1 Des 2019

Tips Memilih Jurusan SNMPTN

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah kesempatan bagi siswa-siswi SMA/sederajat untuk menggapai cita-cita masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. Proses seleksi pada SNMPTN menggunakan nilai rapor semester satu sampai lima untuk SLTA yang berdurasi selama tiga tahun dan nilai rapor satu sampai tujuh untuk SLTA yang berdurasi empat tahun. Selain nilai rapor, prestasi-prestasi lain yang relevan baik akademik maupun non akademik, menjadi pertimbangan penting dalam kelulusan seseorang pada SNMPTN.

Pada SNMPTN 2020, pendaftar dapat memilih dua program studi dalam satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau pada dua PTN. Berdasarkan pengalaman membantu sekolah mempersiapkan SNMPTN selama bertahun-tahun, berikut kami sampaikan Tips memilih jurusan SNMPTN yang mungkin bisa dijadikan salah satu referensi bagi pendaftar :

1. Lakukan riset terhadap jurusan pilihanmu
Walaupun banyak orang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, namun pilihan program studi kamu pada saat kuliah sedikit banyak akan menentukan jalan hidup mu nantinya. Maka dari itu, pastikan pilihan program studi mu dengan cara mencari informasi sebanyak-banyak nya tentang apa saja nanti yang dipelajari saat kuliah?, Bagaimana suasana perkuliahannya? Dan yang tidak kalah penting, seperti apa nanti kemungkinan pekerjaan yang akan kalian geluti setelah menyelesaikan kuliah.
Lebih jauh, kamu perlu mencari informasi tentang penerimaan program studi tersebut pada jalur SNMPTN. Website SNMPTN menyediakan data jumlah daya tampung, jumlah pendaftar tahun lalu dan informasi penting lainnya. Jadikan data tersebut sebagai pertimbanganmu dalam memilih jurusan.

2. Sesuaikan minat dengan kemampuanmu
Setelah belajar selama beberapa tahun, kalian pasti sudah mempunyai gambaran tentang apa yang kalian suka.  Pada saat yang sama, kalian juga pasti dapat mengukur sejauh mana kemampuan akademik. Oleh karena itu, pastikan kalian realistis dalam memilih program studi pada SNMPTN.  Jangan sampai, kalian memilih program studi yang tidak sesuai dengan kemampuanmu.

________________________________
Baca juga :
_______________________________

3. Urutan Program Studi
Tempatkan program studi yang paling kalian inginkan pada pilihan pertama dan prioritas berikutnya pada pilihan kedua. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan tahapan seleksi SNMPTN yakni panitia terlebih dahulu akan menyeleksi pendaftar berdasarkan pilihan pertamanya. Jika tidak lulus pada pilihan pertama, baru akan diseleksi pada pilihan keduanya sesuai dengan pilihan daya tampung.

4. Kenali Kompetitor mu
Cari informasi sebanyak-banyaknya siapa saja teman-teman di sekolah kalian yang mengambil program studi yang sama. Jangan sampai program studi yang sama pada satu perguruan tinggi dipilih oleh banyak pendaftar di sekolah kalian. Hal ini akan memperbesar peluang untuk tidak lulus, apalagi jika nilai rapor kalian lebih rendah dari teman-teman tersebut. Apalagi jika untuk program studi favorit.

5. Pikirkan PTN lain
Jika memang banyak teman-teman di sekolah kalian yang memilih program studi yang sama dan nilai kalian dibawah nilai mereka, coba kalian pikirkan untuk mengambil program studi yang sama tapi pada perguruan tinggi berbeda. Mengingat kualitas transportasi negara kita yang semakin baik, tidak salah jika kalian mencoba PTN yang tidak berada di provinsi mu. Disamping itu, merantau akan memberikan pengalaman hidup yang berguna bagi kalian nantinya.

6. Pertimbangkan Posisi Sekolah mu
Pada SNMPTN 2020 ini, sekolah terakreditasi A dapat mendaftarkan 40% siswa nya, Akreditasi B 25% dan akreditasi C 5 %. Angka ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya dimana sekolah Akreditasi A boleh mendaftarkan 50% terbaik siswanya. Meskipun nanti dinyatakan berhak untuk mendaftar SNMPTN, kalian harus mempertimbangkan posisi sekolah kalian karena Sekolah X yang berakreditasi A bisa tidak sama kualitasnya dengan Sekolah Y yang juga terakreditasi A. Pertimbangan lainnya bisa saja Sekolah X telah punya nama baik dari segi prestasi akademik maupun non akademik selama ini dibandingkan sekolah Y yang mungkin sama sama terakreditasi A. Jika sekolah kalian telah memiliki rekam jejak meluluskan siswa pada PTN terbaik, jangan ragu memilih program studi disana. Namun, jika tidak, kalian harus memilih program studi lain di PTN yang mungkin  lebih memiliki grade lebih rendah.

________________________________
Baca juga :
_______________________________

readmore »»  

17 Nov 2019

Tanggal Penting SNMPTN 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis jadwal pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020. Pada rilis tersebut terdapat beberapa perbedaan dengan tahun 2019. Diantaranya adalah ada keharusan untuk mendaftar pada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Setiap peserta baik SNMPTN, UTBK dan SBMPTN wajib membuat akun di situs LTMPT.

Berikut jadwal penting SNMPTN 2020 :


Berikut daftar jadwal penting SNMPTN 2020 :
Demikian 
x

1. Registrasi Akun LTMPT : 2 Desember 2019 - 07 Januari 2020.

2. Pengisian PDSS: 13 Januari - 06 Februari 2020. Biasanya, tahapan ini dilakukan oleh pihak sekolah. Berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya, setelah pihak sekolah menginput data dan nilai semester 1-5, setiap siswa diminta untuk memverifikasi data dan nilai tersebut.

3. Pemeringkatan Siswa oleh Sekolah: 13 Januari - 06 Februari 2020. Proses ini cukup lama jika memakan waktu lebih kurang 3 minggu.

4. Pengumuman Siswa yang dinyatakan layak untuk  mendaftar SNMPTN: 13 Januari - 06 Februari 2020.

5. Pendaftaran SNMPTN: 11 - 25 Februari 2020. Pada tahapan ini, siswa diminta untuk mendaftar sesuai dengan pedoman SNMPTN yang nanti akan disediakan oleh panitia SNMPTN 2020.

6. Pengumuman Hasil SNMPTN 2020: 04 April 2020 pukul 15.00 WIB.

Demikian jadwal penting SNMPTN 2020

________________________________
Baca juga :
Tanggal Penting SNMPTN 2020
Tips Memilih Jurusan SNMPTN
Mewujudkan Sekolah Aman Bencana
Sekolah dan Pendidikan Remaja
Pagi ke Empat di Adelaide
Semalam di Hogan, Rumah Tradisional Indian
_______________________________

readmore »»  

16 Nov 2019

Mewujudkan Sekolah Aman Bencana

Teman Teman sekalian, pada kesempatan ini saya ingin membagikan tulisan saya yang dimuat pada Harian Padang Ekspress (Group Jawa Pos) pada tanggal 2 Maret 2019. Selamat membaca 

Mewujudkan Sekolah Aman Bencana
Oleh : Berry Devanda (Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Koto XI Tarusan, Alumni School of Education The University of Adelaide, Australia)

Gempa bumi kembali mengguncang Sumatera Barat. Gempa yang terjadi di Solok Selatan yang kemudian disusul dengan Gempa Pasaman pada tanggal 28 Februari 2019 ini menimbulkan beberapa kerusakan. Informasi kerusakan telah dirilis oleh beberapa akun berita di sosial media seperti akun @infosumbar di Instagram yang mengutip data dari BPBD Solok Selatan, mengabarkan bahwa terdapat satu sekolah MIN yang mengalami kerusakan. Sebelumnya, gempa yang terjadi beberapa minggu lalu di kepulauan Mentawai juga menimbulkan dampak yaitu rusaknya SDN 02 Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Mentawai (Padeks, 6/2/2019). Kejadian ini mengingatkan kembali bahwa Indonesia, khususnya Sumatera Barat dihadapkan pada ancaman beberapa macam bencana mulai dari banjir, kebakaran hutan, gempa, tsunami dan lainnya. Ancaman bencana tersebut juga dapat merusak fasilitas pendidikan. Selain itu, jika bencana terjadi ketika Proses Belajar Mengajar (PBM) sedang berlangsung, maka siswa, guru dan tenaga kependidikan juga akan menjadi korban. Oleh karena itu, perlu usaha untuk mengurangi resiko bencana dan mewujudkan sekolah yang aman dari bencana.
Sebagian besar gedung sekolah di Indonesia berada pada wilayah dengan potensi bencana. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan World Bankmenunjukan bahwa lebih kurang 75% sekolah-sekolah di Indonesia berada pada daerah rawan bencana. Secara lebih spesifik, BNPB juga merilis List Desa Kelas Bahaya Sedang dan Tinggi Tsunami. Terdapat lebih kurang 135 nagari di Sumatera Barat yang dikategorikan sebagai desa dengan tingkat bahaya tinggi ketika tsunami terjadi. Data ini menunjukan bahwa sekolah-sekolah yang berada pada desa tersebut perlu menciptakan kesadaran akan bencana sehingga kerusakan yang akan terjadi dapat dikurangi.
Kerusakan sarana dan prasarana pendidikan akibat bencana di Indonesia tidak sedikit jumlahnya. Dalam kurun waktu tahun 2004 sampai 2014 saja, BNPB merilis terdapat 82,892 ruang kelas sekolah tingkat menengah yang rusak ringan, 42,428 ruang kelas rusak berat. Sedangkan untuk sekolah dasar, masih pada kurun waktu tersebut, terdapat 182, 500 ruang rusak ringan dan 110,598 ruang rusak berat.
Besarnya potensi bencana tidak hanya berdampak pada asset berupa gedung serta sarana dan prasarana pendidikan lainnya namun juga pada peserta didik dan guru. Pada kenyataannya, guru dan anak-anak usia sekolah adalah asset berharga bangsa ini. Ditangan siswalah nantinya tongkat estafet kelangsungan bangsa ini akan diserahkan. Dalam Roadmap Sekolah/Madrasah Aman yang diterbitkan oleh Kemdikbud, lebih kurang 40 juta siswa di seluruh Indonesia rentan terhadap gempa bumi. Untuk itu, perlu usaha untuk mengurangi korban jiwa terutama anak-anak usia sekolah.
Salah satu usaha untuk mengurangi resiko bencana adalah dengan menerapkan sekolah aman bencana. UNESCO telah membuat tiga pilar sekolah aman yaitu Safe Learning FacilitiesSchool Disaster ManagementRisk Reduction and resilience education. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah mengeluarkan Roadmap Sekolah/Madrasah Aman yang mengacu kepada tiga pilar yang dikeluarkan UNESCO tersebut. Ketiga Pilar tersebut diyakini mencakup semua usaha untuk mewujudkan sekolah yang aman.
Untuk memenuhi pilar yang pertama, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah diantaranya melakukan evaluasi terhadap seluruh gedung sekolah di Indonesia. Evaluasi tersebut bertujuan untuk menyediakan data kelayakan semua gedung-gedung sekolah. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran gedung sekolah mana yang ramah gempa dan yang tidak. Bagi gedung sekolah yang tidak ramah gempa harus dilakukan perbaikan. Disisi lain, pembangunan ruang kelas baru yang diprogramkan pemerintah harus menjadikan struktur gedung ramah gempa sebagai syarat utama dalam memberikan bantuan gedung baru. Syarat utama ini harus diawasi keterlaksanaannya mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan gedung baru. 
__________________________________
Baca Juga :
__________________________________

Pilar kedua fokus kepada manajemen bencana di sekolah. Sekolah wajib melakukan analisa tentang apa saja potensi bencana yang mungkin dapat dialami. Setelah mendapatkan data tersebut, sekolah harus merancang prosedur operasional standar (POS) mitigasi bencana. POS tersebut hendaknya memuat hal-hal yang berkaitan dengan usaha mengurangi resiko bencana dan apa saja yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan, Siswa. Lebih jauh, sekolah berkewajiban mensosialisasikan POS tersebut kepada seluruh warga sekolah dan juga masyarakat sekitar. Sekolah juga diharapkan dapat melakukan latihan mitigasi kebencanaan nasional yang sudah ditetapkan setiap tahun pada tanggal 26 April. Latihan tersebut diharapkan dapat berjalan minimal satu kali setahun untuk memberikan gambaran kepada seluruh warga sekolah tentang proses evakuasi jika bencana terjadi.
Pilar ketiga dari sekolah aman bencana fokus kepada pendidikan kebencanaan dan usaha-usaha pengurangan resiko bencana. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memenuhi pilar ini. Langkah awal dan sangat penting adalah dengan membangun kesadaran publik tentang bahaya bencana. Seluruh warga sekolah harus sadar dan mengetahui apa saja bentuk bentuk bencana yang dapat menimpa terutama ketika mereka sedang berada di lingkungan sekolah. Lebih jauh, mereka juga harus sadar dan mengetahui apa yang dilakukan ketika bencana tersebut sedang berlangsung. Pengetahuan tentang hal-hal tersebut wajib diketahui terutama oleh guru. Karena jika proses belajar mengajar (PBM) sedang berlangsung, maka gurulah yang akan memimpin proses evakuasi, mengarahkan siswa ke titik kumpul yang telah ditentukan. Kesadaran akan bencana dan bahaya apa saja yang dapat menimpa sekolah dapat dimunculkan dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah melalui amanat upacara bendera, kegiatan kultum jumat, integrasi materi kebencanaan pada mata pelajaran dan lain sebagainya.
Pengurangan resiko bencana juga dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan pertolongan pertama. Pelatihan ini penting untuk membekali setiap siswa dan warga sekolah agar mempunyai pengetahuan tentang pertolongan pertama jika bencana terjadi. Selain berguna untuk diri siswa, diharapkan pengetahuan yang mereka punya dapat digunakan untuk menolong orang lain ketika bencana terjadi. Metoda pelatihan ini dapat berupa kombinasi daring dan tatap muka. Materi-materi penting pada pelatihan ini dapat disampaikan dengan metoda daring melalui aplikasi yang dibangun secara terpusat oleh pemerintah atau menggunakan aplikasi yang sudah tersedia online. Sedangkan metoda tatap muka diperuntukan untuk praktek pertolongan pertama. Untuk memastikan pelaksanaannya, kegiatan training ini hendaknya diambil oleh setiap siswa minimal satu kali selama periode sekolahnya.
Mewujudkan sekolah yang aman bencana membutuhkan usaha yang menyeluruh dari banyak pihak. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan harus memastikan Roadmap Sekolah/Madrasah Aman yang sudah dirancang dengan baik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh setiap sekolah. Dengan menjalankan ketiga pilar sekolah aman bencana tersebut, diharapkan banyak fasilitas pendidikan serta nyawa siswa dan guru yang dapat diselamatkan. 

readmore »»