10 Jan 2015

Pagi Ke Empat Di Adelaide

Jam tangan saya menunjukan pukul 09.30. Ini adalah pagi ke empat saya di Adelaide. Saya masih ingat, hari pertama disini cuacanya sangat panas dan kering sekali, jika tidak salah berkisar 32-35 derajat celcius. Namun, mulai kemarin malam, berubah menjadi dingin, setidaknya dingin menurut ukuran saya walaupun sebenarnya saat ini sedang summer. Saat saya menulis postingan ini, suhu 15 derajat namun terasa 11 derajat celcius. Begitu yang tertulis di aplikasi cuaca yang dapat dengan mudah di akses di mobile phone. Menurut aplikasi tersebut, sampai dua hari kedepan, cuaca Adelaide masih akan terus seperti itu dengan peluang hujan di atas 60%.

Saya menginjakan kaki di Adelaide pada hari Selasa, lebih kurang pukul 12.30 setelah sebelumnya transit di Sydney. Bersama teman-teman yang lain, kami dijemput pihak universitas. Saya dan 5 orang teman di angkut dalam satu van menuju temporary accomodation masing-masing. Perbincangan mengenai segala sesuatu yang boleh dan tidak di flat yang mau ditempati mengawali komunikasi saya dengan landlord. Setelah meletakan koper, saya dan seorang teman berbelanja kebutuhan sehari-hari ke supermarket terdekat, beruntung seorang teman dari Indonesia yang baru di kenal mau mengantar kami kesana dengan mobilnya.

Perjalanan melanjutkan studi ke Australia ini dimulai satu setengah tahun yang lalu, ketika mengisi aplikasi Australia Award Scholarship (AAS). Dari proses pengiriman aplikasi ke panggilan untuk mengikuti wawancara dan tes IELTS berlangsung selama 6 bulan. Sebulan kemudian pengumuman kelulusan baru didapat. Tahap berikutnya adalah mengikuti Pre Departure Training (PDT) selama 6 bulan di IALF Jakarta.Proses training di IALF sangat membantu sekali dalam menyiapkan keberangkatan ke Australia.

Hari Pertama di University of Adelaide
Besoknya, kami sudah berada di kampus pada pukul 11.00 untuk menyelesaikan masalah enrollment dan student ID card. Kami menggunakan Bus J1, salah satu rute Adelaide Metro (yang sampai saat ini masih membingungkan bagi saya) dan berhenti di depan universitas. Semua urusan tersebut diawali di International Students Center (ISC), kemudian baru kami di bawa ke Hub Central tempat mahasiswa di universitas ini berkumpul. Disana juga saya membeli metro card buat naik bus, tram dan train. setelah melakukan campus tour, saya dan beberapa teman bergerak ke Rundle Street untuk membuka akun Bank. Setelah akun bank selesai, kami pun melanjutkan kegiatan dengan membeli sim card.

Kembali ke flat dengan menggunakan bus yang sama. Terlihat warga kota ingin kembali ke rumah masing-masing sehingga isi bus agak padat dibandingkan pagi tadi. Banyak list pekerjaan yang harus diselesaikan seperti menghapal jalur metro bus, menemukan permanen accomodation, mengupgrade asuransi buat kedatangan keluarga dan sebagainya. Semoga saja segala harapan dan list target yang di buat dapat tercapat di kota ini.

Salam dari Mile End, Adelaide, South Australia.

2 komentar:

Ketikan Komentar anda dengan memilih pada opsi beri komentar sebagai Name/URL....