25 Nov 2011

Ilyas Yakub, Pahlawan Tak Ter(di)kenal

Jika Anda Memasuki Kota Painan-Ibu Kota Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat- dari arah Kota Padang, maka anda akan di sambut dengan patung besar sorang pria yang sedang mengangkat tangannya. Patung yang berdiri diatas bundaran ajalan utama kota painan tersebut merupakan salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Beliau ditetapkan sebagai pahlawan melalui Surat Keputusan Presiden No. 074/TK/1999 bertanggal 13 Agustus 1999.

Adalah Ilyas Yakub, Pahlawan Nasional yang dilahirkan di Asam Kumbang Bayang Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada tahun 1903. Sebagai Penghormatan terhadap kiprah beliau selama masa hidupnya, pemerintah daerah memberikan bebrapa penghargaan berupa penamaan Stadion Sepak Bola Ilyas Yakub, jalan dan patung selamat datang di pintu masuk kota Painan.

Namun, saya sebagai putra asli Pesisir Selatan merasa beliau antara ada dan tiada. Sebagai orang muda, saya merasa pahlawan nasional asli Pesisir Selatan ini tidak begitu dikenal-sekedar untuk menyebut tidak dikenal- oleh para anak muda lainnya. Anak-anak muda Pesisir Selatan mungkin hanya tahu nama tapi tidak begitu mengenal siapa sebenarnya Ilyas Yakub.

Pahlawan Nasional yang wafat di Koto Berapak Bayang 2 Agustus 1958 jam 18.00 Wib sangat jarang diperdengungkan di kelas-kelas sejarah sekolah dasar maupun menengah. Semenjak saya bersekolah, baik SD, SMP, SMA tidak pernah guru sejarah saya menyinggung nama beliau sebagai salah seorang pahlawan nasional. Walaupun beliau sudah ditetapkan menjadi pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia dengan SK-Mensos RI Nomor: Pol-61/PK/1968, tanggal 16 Desember 1968 dan dikukuhkan kembali dengan Keputusan Presiden RI (Kepres-RI) Nomor 074/TK/Tahun 1999 tanggal 13 Agustus 1999.

Kiranya, penghargaan terhadap beliau tidak cukup dengan pelabelan nama beliau pada sejumlah nama sarana publik. Perlu sebuah gerakan mendengungkan namanya pada kelas sejarah di sekolah-sekolah, mendiskusikan perjuangannya, memperdebatkan pokok-pokok pikirannya sebagai sebuah proses dialektika yang sehat dan menyehatkan. Jika Pemerintah sudah berbuat dengan mengabadikan namanya pada sarana publik dan pemberian santunan kepada keluarga, maka masyarakat wajib membuat gerakan untuk lebih mengenalkan Ilyas Yakub, terutama kepada kaum muda.

Kaum Muda Pesisir Selatan patut berbangga, bahwa salah satu pahlawan nasional berasal dari Bayang pesisir selatan. Perlu di pelajari perjuangan dan pokok-pokok pikirannya. Sungguh disayangkan jika seorang pahlawan nasional tidak pernah dikenal oleh generasi setelahnya. Saya masih ingat waktu kuliah S1 dulu, ketika berkunjung ke perpustakaan universitas, saya menemukan lusuh di pojok perpustakaan tersebut. Buku yang saya sudah lupa judul dan penulisnya tersebut membahas nama ilyas yakub lebih kurang 2 halaman. Itulah kali pertama saya membaca referensi tentang beliau.

Setelah Searching di internet, ada beberapa buah buku yang bisa dijadikan referensi untuk mengenal beliau, diantaranya adalah sebagai berikut(saya ambilkan dari wikipedia) :

  • Abdul Munaf Al-Amin, Imam Maulana, tt. Muballigh Al-Islam. Padang: PP Batangkabung.
  • Mardanas Safwan, dkk., ed., 1997 Sejarah Pendidikan Daerah Sumatera Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI
  • Edwar, ed., 1981 *Riwayat Hidup dan Perjuangan 20 Ulama Sumatera Barat. Padang: Islamic Centre Sumatera Barat
  • Mestika Zed, Dr., ed, 2002 Riwayat Hidup dan Perjuangan Ulama Sumatera Barat. Padang: IAIN-IB Press – Angkasa – ICSB.
  • Nirmawati, 1984 Tinjauan tentang Sejarah Perjuangan Haji Ilyas Ya’kub (skripsi). Padang: Fakultas Adab IAIN-IB.
  • Schrieke, BJO., terj., 1973 Pergolakan Agama di Sumatera Barat, Sebuah Sumbangan Bibliografi. Jakarta: Bhratara.
  • Taufik Abdullah, ed., 2003 Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Dinamika Masa Kini. Jakarta: PT.Ichtiar Baru van Hoeve.
  • Yulizal, Yunus, 1999 Sastra Islam, Kajian Syair Apologetik Pembela Tarekat Naqsyabandi Syeikh Bayang. Padang: IAIN-IB Press.

Adalah kewajiban kaum muda untuk mengenal para pahlawannya. Juga menjadi kewajiban orang tua untuk "menceritakan" kejuangan pahlawan tersebut.

Sumber :
Wikipedia

Foto di Pinjam dari Google


Salam Berry Devanda.

10 komentar:

  1. mantab sekali ilmunya...
    masih sangat banyak pahlawan tak dikenal di Indonesia...

    BalasHapus
  2. Hey, guy, your blog is nice. It can bring me much useful information.

    BalasHapus
  3. kedarnath to badrinath
    Critical thinking is essential for human evolution. It nurtures the concepts of freedom and liberty by allowing each person to develop and hold his own opinion based on his perception of circumstances and surroundings.

    BalasHapus
  4. This blog is important for us. I think this blog is very useful to fullfil our requirement … well done..!!

    BalasHapus
  5. A very good and interesting post that i have come across, thanks for sharing the post.

    BalasHapus
  6. Thanks for taking the time to discuss this, I feel strongly about it and love learning more on this topic. If possible, as you gain expertise, would you mind updating your blog with more information? It is extremely helpful for me

    BalasHapus
  7. The blog is absolutely fantastic. Lots of great information and inspiration, both of which we all need. Thanks.

    BalasHapus
  8. A very good and interesting post that i have come across, thanks for sharing the post.

    BalasHapus
  9. Thanks for posting
    Sy sebagai cucu beliau juga merasa begitu. Memang sudah seharusnya kita menumpahkan kembali pokok-pokok pikirannya. Sangat sedikit yang mengebal beliau.

    BalasHapus

Ketikan Komentar anda dengan memilih pada opsi beri komentar sebagai Name/URL....