5 Mei 2010

Kerinduan Akan Seorang Ibu

Terinspirasi dari tulisan seorang teman satu kampus dulu. Beliau men-Tag kan nya ke akun Facebook saya. Tulisan berupa puisi singkat tersebut berjudul Perempuan Di Ujung Jalan. Dari Puisi tersebut, tersirat kerinduan akan Ibunda yang telah Tiada. Perempuan yang selalu sabar menunggu dan menyemangatinya untuk menjalani hidup. Perempuan yang siap mendekapnya setiap ia pulang dari setiap urusannya. Perempuan yang selalu menghilangkan muram durja, meniadakan keputusasaan dan melunakan hati yang keras.

Adalah Kalimat terakhirnya yang "memaksa" saya untuk menuliskannya di Pen Lab ini. Kalimatnya Seperti ini "Bersukurlah kepada mereka yang masih memiliki ibu, yang setia menantikan kedatangannya, bahagiakan lah mereka dengan apa yang bisa kita lakukan". Puasa menulis yang telah saya jalani ini hampir satu bulan ini buyar. Terinspirasi kalimat tersebut dan memunculkan kembali birahi menulis yang telah lama hilang.

Kalimat tersebut membaut saya mengukur dan menimbang diri. Sampai saat ini, saya masih memiliki Ibu yang melahirkan dan membesarkan. Tulisan ini mengingatkan saya untuk terus bersyukur atas hal tersebut. Ternyata, disamping saya banyak orang-orang yang tidak lagi mendapatkannya. Tidak lagi mendapatkan tumpah cinta Ibu.

Atas Izin Beliau Saya Kutipkan Puisi Tersebut :


Perempuan Di Ujung Jalan
By : Rahma Yesya

Matanya menatap penuh harapan
Pada setiap kabar yang datang
Apa yang di nanti akan segera tiba?
Dengan degub jantungnya begitu keras
Berbaur dengan cinta yang tertahan

Hampir tumpah, tapi perempuan itu tetap sabar menanti.

Perempuan d ujung jalan
Setia menantinya pulang
Dan siap dengan dekap hangatnya
Serta tumpah cintanya
Tanpa berharap balasan
Menumpahkan dirinya
Pada buah hatinya, padaku

Perempuan d ujung jalan
Aku pulang membawa rindu
Aku pulang mempersembahkan bakti ku

Bersukurlah kepada mereka yang masih memiliki ibu, yang setia menantikan kedatangannya, bahagiakan lah mereka dengan apa yang bisa kita lakukan

Salam Pen Lab

10 komentar:

  1. I love you ibu, syukur tanpa batas, karena saya masih punya ibu sob.

    BalasHapus
  2. saya sependapat dengan kalimat itu. Saya merasakannya ketika ibu sudah tiada.
    Trims.
    Artikel yang mengingatkan Mas.
    Salam hangat selalu :)

    BalasHapus
  3. ibu saya masih ada, saya berusaha semaksimal mungkin utk bisa membahagiakan beliau :D

    BalasHapus
  4. Puisi yang menyentuh bang...
    Meresapi perasaan sahabat yang telah kehilangan Ibu...

    mengingatkan kepada kita yang masih memiliki Ibu untuk bersyukur (huaaa...jadi pengen nangis)

    BalasHapus
  5. oh ibuku semoga Tuhan melapangkan kuburmu dan menjauhkanmu dari Azab kubur, ya Allah Perkenankanlah doaku

    BalasHapus
  6. silfia lestari6 Mei 2010 09.58

    tak ada kata yang dapat terucap, kecuali syukur ku atas anugerah ibu yang Allah berikan,.Ilove U much my mom, love u forever,.I hope i'II always can make u happy, make u proud of me,.Your doughter,.!
    Plese waiting for me on the end of our road mom,
    (senang punya sahabat kalian yang selalu menginspirasi,"diam2 ica ternyata bakat seni nya multi dimensi ya" Huah)

    BalasHapus
  7. puisi yang indah
    pulanglah
    dan berbaktilah kepada ibu dan bapak

    BalasHapus
  8. Puisi yang menginspirasi, mengisahkan kerinduan besar terhadap Ibunda tercinta. Ibu yang selalu hadir menyertai perjalanan panjang hidup ini, selalu mendukung buah hatinya. Tak ternilai jasa seorang Ibu. Sayangilah Ibumu karena saat ini kesempatanmu untuk berbakti kepada seorang wanita hebat yang telah melahirkan dan membesarkanmu di dunia ini.

    Untuk penulis puisi ini, saya turut merasakan kerinduanmu, kirimkanlah do’a tulusmu untuk sang Ibu, kasih Ibu tiada akhir. Kudo’akan semoga Ibumu tenang dan mendapat rahmat serta dilindungi Allah SWT. Amin

    BalasHapus
  9. sekarang, aku sempatkan sesering mungkin pulang, berlagak sebagai anak kecil lagi dirumah. menerima semua ‘suapan’ mereka.

    BalasHapus
  10. Amazing wording that i totally unable to understand. "Tak ternilai jasa seorang Ibu. Sayangilah Ibumu karena saat ini kesempatanmu untuk berbakti kepada seorang wanita hebat yang telah melahirkan dan membesarkanmu di dunia ini".

    BalasHapus

Ketikan Komentar anda dengan memilih pada opsi beri komentar sebagai Name/URL....