Laman

28 Agu 2010

Bangsa Ku Kini

Miris hati Melihat tayangan televisi pembagian sembako di Bulan Ramadhan ini. Orang orang miskin saling sikut, berebut pembagian sembako dari orang kaya. Beberapa diantaranya terinjak histeris. Banyak diantaranya perempuan tua dan anak anak.

Pemandangan serupa selalu menjadi suguhan setiap Ramadhan. Sebuah pemandangan yang akan membuat getir hati nurani setiap manusia yang melihatnya. Sudah begitu menyedihkan nasib bangsa ku? Sudah begitu menderita kah nasib bangsa ku sehingga untuk mendapatkan bahan makanan untuk sehari saja harus berlarian dan rela terinjak orang lain?

Keadaan ini ironis sekali dengan kondisi orang berpangkat. sebagian besar hidup mewah tanpa rasa peka akan nasib rakyatnya. Mereka bak pembesar yang susah untuk di silaturahmi. Jangankan untuk di salami, didekati saja demikian susahnya. Barisan ajudan membuatmu ibarat manusia terpuji dan kami makhluk hina dina.

Sungguh, gayamu persis seperti Belanda yang menjajah negeri ini dulu. Sikapmu adalah warisan feodalisme jaman penjajahan dimana pembesar tak boleh terlalu dekat dengan rakyat jelata.

Padahal, jika mau jujur, tidak kah kau ingat masa-masa dimana kau mengemis suara kepada kami dulu.

Pantas saja jika negara tetangga sanggup berbuat sekehendak hatinya. Pantas saja mereka begitu bernyali mengeluarkan pernyataan yang menyinggung hati kita sebagai bangsa.

Jangan katakan kita siap berperang,jika mengurus perut anak bangsa saja belum sanggup.

Bagaimana Menurut Sobat?

10 komentar:

  1. Membaca setiap artikel disini, kelihatannya anda sangat suka puisi ya ?

    BalasHapus
  2. Kejadian yang lagi2 terus berulang ya Mas Berry.
    sebaiknya bagi yg ingin membagikan sembako , lebih dikoordinasikan lagi, misalnya mereka yg mengunjungi orang2 miskin ini utk berbagi, bukan hanya si miskin yg desak2an utk mendapatkan sembako.
    salam

    NB:
    maaf , sudah seabad bunda gak kesini ......hiks.....

    BalasHapus
  3. Setuju sama Bundo...
    Kalo memang mereka kaya, mengapa mereka tidak mengirimkan sendiri uang/barang itu langsung kepada yang berhak menerimanya...
    Kok nggak belajar dari pengalaman yang sudah lewat :(

    BalasHapus
  4. harusnya dianter ke rumah masing masing melui RT atau RW gitu, biar gak rebutan...

    BalasHapus
  5. orang berpangkat di negeriku, kaya harta miskin moral, itulah INDONESIAKU saat ini, he he he

    BalasHapus
  6. sungguh menyedihkan...
    kaya harta, miskin moral

    BalasHapus
  7. saya prihatin mas, bangsa kita sudah merdeka tapi kenyataannya belum kan? 'di bawah' kisruh, 'di atas' pun demikian. rasanya bangsa ini perlu bertobat deh...

    senang berkunjung kemari lagi, mas berry...

    BalasHapus
  8. haih.. memang mo jadi apa bangsa kita ini kalo seperti ini terus...

    BalasHapus
  9. saya melihatnya ada degradasi nilai. Nilai yang buruk sekarang lebih dipertontonkan secara vulgar oleh tokoh-tokoh, para wakil dan pemimpin kita dsb. Secara langsung atau tidak ini akan berdampak pada pola dan tingkah laku masyarakat secara keseluruhan.
    Hal-hal lain yang berhubungan dan memiliki dampak terhadap kesejahteraan rakyat cenderung terabaikan. Contoh yang terlihat lumpur lapindo yang telah merubah peradaban paling tidak bagi masyarakat Sidoarjo.
    Hanya bisa berdoa semoga kelak ada perubahan. 2014 paling tidak akan menemukan sosok yang lebih baik.
    Trims :)

    BalasHapus
  10. Nice information shared by you. its very effective and very useful. thanks for sharing it with us. keep it up.

    BalasHapus

Ketikan Komentar anda dengan memilih pada opsi beri komentar sebagai Name/URL....